Filsafat sudah mati

Induk dari ilmu buka hanya dari pengalaman atau bukti empiris yang bisa dirasakan oleh indera alami manusia, tetapi juga ilmu berasal dari barang yang bernama otak yang mengolah hasil dari apa yang dirasakan oleh indera manusia. Jika kalian bertanya mengapa ada bulan, dan kenapa bumi dapat melayang di ruang angkasa, itu artinya kamu telah berfilsafat, sesederhana itu filsafat. Namun pertanyaan pertanyaa itu telah hilang. Seiring berjalannya waktu setelah menusia menemukan hampir seluruh ilmu pengetahuan mereka yang berguna untuk perkembangan kehidupan di bumi, melalui alat bernama Filsafat, maka pertanyaan pertanyaan yang menimbulkan perenungan seperti;

"Mengapa aku hidup seperti ini"

"Apa sebab aku hidup dimuka bumi"

"Mengapa aku terlahir pendek"

"Mengapa ada miskin dan kaya"

"Mengapa ada raja dan budak" 

Dan pertanyaan mengapa mengapa yang lainya telah hilang, yang justru menyebabkan kebingungan kepada manusia itu sendiri, jika pada kurikulim sejak SD saja sudah ada trigger itu memahami "manusia itu apa" atau "mengapa manusia harus belajar" mungkin kehidupan akan sedikit lebih baik dari sekarang, karena dengan adanya pehaman dasar seperti tadilah manusia akan mempunyai kecenderungan untuk berbuat baik dan menjadi manusia seutuhnya, serta mengerti tentang batasan-batasan ketika berhubungan dengan manusia yang lain. 


Itu artinya dalam beberapa aspek "Kejahatan kepada alam" misalkan, mungkin tidak akan terlalu sebrutal hari ini, karena manusia yang baik tidak akan merusak alam, meskipun memang kita tidak dapat menutup mata bahwa semua yang berada didalam perangkat ponsel pintar kita adalah anak kandung dari perusakan alam, namun jika di usut lebih jauh lagi, Alam telah menyediakan semua keperluan dari hajat hidup manusia, tapi apakah perlu perusakan alam ini didasari pada hasrat kekayaaan semata? Penggunaan suatu bahan dasar dari alam harus lah sesuai kebutuhan, itu idealnya.


Kita pindah topik ya, Begini kasih ku.

Pernah tidak kau bertanya, untuk apa kau bekerja keras pada siang dan kau terlelap pada malam, dan esokbhari kau mengulangnya lagi? Jika pernah, akan aku beritahu satu hal bahwa Eksistensimu di dunia bukanlah seperti robot yang bekerja setiap detik, meskipun betul bahwa Bekerja adalah bagian dari upaya eksistensi manusia untuk di anggap keberadaanya, lebih jauh dari itu, eksistensi manusia di bumi adalah untuk menebar cinta dan kasih, dan makan sesuai kebutuhan serta bekerja sesuai kebutuhan, apakah mengerti maksudku kasih ku?



Ya hari bandung hujan, seperti mau kiamat saja.

yang perlu kau lakuakan adalah tetap manis dan romantis, tapi bicara soal romantis itu hanya khusus untuk orang yang merdeka, apakau bertambah bingung kasihku? 


Akan aku ulas apa itu romantis di lain kali.

Jaga dirimu tetap hangat 



Bandung 1 November 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar